Rumaropean Terindikasi Melanggar Sanksi PSSI

Category: Berita Bola

Rumaropen - seputarduniabola.com

Berita Piala Dunia – Pemain sepakbola asal Persiwa Wamena, Pieter Rumaropen terindikasi telah melanggar jeratan sanksi satu tahun. Sanksi tersebut akibat dari tindakannya yang memukul ofisial wasit dan dikabarkan kalau belakangan dia telah aktif kembali di dunia sepakbola. Dari info yang beredar, Rumaropen sudah terlihat berada bersama rombongan tima Persiwa Wamena di bangku cadangan pada saat tim asal Papua tersebut menjalani pertandingan melawan Barito Putra.

Pada saat itu Rumaropen masih terjerat sanksi larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama satu tahun. Hukuman yang diterima oleh Rumaropen adalah hasil dari sanksi yang diringankan oleh Komisi Disiplin dari keputusan awal. Awalnya sempat diputuskan dilarang aktif lagi seumur hidup.

Sekretaris PT Liga Indonesia, Tigor Boboy mengaku belum tahu kehadiran Rumaropean di pertandingan tersebut. Tigor Boboy mengatakan jika memang Rumaropean ada di pertandingan, seharusnya tim Pengawas Pertandingan yang memberi informasi. Hal tersebut merupakan kode disiplin. Namun ada juga di manual liga. Apabila pemain yang dihukum dilarang terlibat di bagian tim dan wasit seharusnya juga tahu. Berita Piala Dunia

Tidak hanya menjadi bagian dalam tim, Rumaropean dikabarkan juga melakukan aktivitas bersama tim Persiwa U-21. Apabila sudah seperti itu maka menurut Tigor ukan lagi menjadi ranah untuk diurusi PT Liga namun akan dibawa ke komisi disiplin PSSI. Tigor menegaskan bahwa kalau mengurusi Persiwa U-21 itu adalah wilayah PSSI dan jika terbukti terlibat maka mereka akan menyurati PSSI karena dalam keadaan terhukum tapi masih menjalankan aktifitas di sepak bola.

Mengenai hukuman yang diterima Rumaropean, diberitakan bahwa dia mendapatkan keringanan hukuman. Komisi Banding PSSI telah memberinya keringanan hukuman. Sebelumnya dia diganjar hukuman seumur hidup oleh Komisi Disiplin PSSI namun oleh Komisi Disiplin hukuman diubah hanya satu tahun saja. Ketua Komding menjelaskan bahwa banyak pertimbangan sehingga Komding memberi keringanan sanksi bagi Rumaropean.

Komding beralasan bahwa Rumaropean adalah tulang punggung keluarga dan sepak bola adalah mata pencaharian utama sang pemain. Dengan mempertimbangkan masalah umur yang menuju 30 tahun, hukuman satu tahun untuk sang pemain sudah sangat berat dan dipastikan akan memberikan efek jera kepada Rumaropean. Hukuman ini juga bisa menjadi contoh bagi yang lain agar lebih berhati-hati.

Wakil dari Komding menolak jika disebut tidak tegas karena mengeluarkan keputusan yang sangat jauh dengan apa yang sudah ditetapkan oleh Komdis. Dia menganggap hal ini adalah keputusan yang cukup tepat. Muhdar juga mengatakan untuk menjaga profesionalitas dan sportivitas suatu pertandingan tidak hanya dengan memberi sanksi kepada pemain yang telah melakukan pelanggaran aturan namun juga melakukan perbaikan dari hulu ke hilir. Sebagai contoh adalah memperbaiki kinerja wasit dan perangkat pertandingan yang lain. Berita Piala Dunia