Rekam Jejak Karier Mendiang Luis Aragones

Category: Berita BolaBerita OlahragaBerita Sepak Bola

Rekam Jejak Karier Mendiang Luis AragonesRekam Jejak Karier Mendiang Luis Aragones – Pesepakbolaan Spanyol tengah berduka. Negara yang sukses memenangkan tiga kali Piala Eropa serta satu kali World Cup ini telah kehilangan salah satu maestro mereka di bidang sepak bola yakni Luis Aragones. Aragones adalah seorang bapak bagi persepakbolaan di Spanyol.

Pria yang berusia 75 tahun ini telah lama ikut bermain dan menjadi pelatih Atletico Madrid. Kerja keras yang telah dilakukannya pada tahun 2004 untuk La Furia Roja akan selalu menjadi hal yang selalu dikenang oleh pendukung.

Karier Aragones bermula dari sebagai pemain sepak bola bersama klub Getafe pada akhir tahun 1950-an. Dia pernah membela beberapa klub sepanjang karier yang dilakoninya. Klub yang pernah dibela Aragones seperti Real Betis, Hercules, Real Oviedo. Terakhir, puncak kariernya sebagai pesepakbola terjadi di Atletico Madrid. Aragones yang lahir di Madrid 28 Juli 1928 tersebut telah mengemas 172 gol dalam 372 laga bersama Los Rojiblancos, julukan untuk Atletico. Di klub Atletico Madrid inilah, ia telah memenangkan dua gelar Piala Raja, tiga gelar La Liga, satu buah Piala Intercontinental serta di musim 1969/70, dia menjadi pemain dengan top skorer di ajang La Liga. Setelah berpuas diri sebagai seorang pemain, Aragones mulai beralih profesi menjadi pelatih dan mempelajari dunia kepelatihan.

Seluruh klub di Spanyol pernah merasakan kepemimpinannya. Dia telah melatih tim-tim seperti Real Betis, FC Barcelona, Sevilla, Deportivo, Valencia, Real Oviedo, Atletico Madrid serta Fenerbahce. Mungkin tidak ada satupun pihak yang tahu bahwa sepak bola Spanyol menjadi lebih baik berkat campur tangan Aragones.

Bersama klub Fenerbahce, klub yang dilatih Aragones setelah melatim tim nasional Spanyol di tahun 2008 memang kurang mendulang kesuksesan. Akan tetapi, dia tetap memberi pengaruh yang besar bagi klub yang berasal dari Turki itu. Puncak karier Aragones datang ketika ia bersama tim nasional Spanyol. Dengan penuh semangat, Luis Aragones membesut tim Spanyol perlahan tanpa kenal lelah. Meskipun mengalami kegagalan pada Piala Dunia tahun 2006, Aragones mampu menemukan formula yang jitu pada ajang Piala Eropa 2008. Dia juga berani mendepak legenda dari Spanyol yakni Raul Gonzales meskipun banyak yang menentang.

Mengadopsi permainan tiki-taka dari Barca, Aragones mampu mendulang sukses. Memang, karena mayoritas pemain timnas berasal dari pemain Barcelona dan Madrid, taktik tersebut membawa hasil yang bagus. Aragones mampu menghapuskan dahaga dalam meraih gelar juara Spanyol sejak tahun 1964.

Aragones juga dianggap sebagai suatu pondasi untuk tim nasional Spanyol. Vicente Del Bosque dianggap hanya meneruskan permainan tiki-taka yang telah diwariskan Aragones. Keberhasilan Spanyol dalam menjuarai Piala Dunia tahun 2010 dan Piala Eropa tahun 2012 juga tidak lepas dari reformasi yang telah dilakukan oleh Aragones.

Tags: