Posisi Terbaik Jack wilshere

Category: Berita Bola

Jack - seputarduniabola.com

Berita Piala Dunia - “Dia mempunyai kemampuan yang baik, bekerja keras untuk tim dan punya sedikit agresifitas demi meraih kemenangan. Semua itu keluar dari tiap penampilannya. Tapi saat kulihat dirinya dan berpikir posisi apa yang sebenarnya Jack inginkan ? apakah dia mau menjadi pemain offensive? Bila itu yang dia inginkan, maka dia perlu mencetak lebih banyak gol, bila dia mau menjadi pemain yang bertipe bertahan, maka dia perlu bekerja lebih keras dalam sisi defensive.”

Komentar Bryan Robson tentang Jack Wilshere – He’s got a point – Of course, He’s Captain Marvel!

(tak ada yang lebih tahu karakteristik seorang pemain tengah selain veteran bintang macam Robson)

Perkembangan Jack Wilshere dalam beberapa tahun terakhir memang berlangsung luar biasa. Dia berhasil mengtransformasikan dirinya dari holding midfielder yang pasif sebagai pemain yang memiliki kemampuan drible luar biasa dan tendangan yang keras. Jack Wilshere yang berusia 18 tahun mencapai puncak keterkenalannya saat dengan impresif menetralisasi trio gelandang Barcelona, Xavi, Iniesta, dan Busquet di tahun 2010, saat Arsenal membungkam Barcelona 2-1. Sejak saat itu dia menjadi harapan Arsenal dan Inggris, dibandingkan dengan Patrick Vieira dan Bryan Robson. Meski mereka bertiga adalah pemain dengan penampilan fisk yang berbeda, mereka punya satu kesamaan : bisa bertahan dan menyerang dengan sangat baiknya – atribut dari gelandang yang komplet

Tapi seperti yang kita ketahui, menjadi pemain yang bisa berada di setiap jengkal lapangan – menjadi allround player – tidak mudah di era modern. Kini posisi di lapangan menjadi lebih spesifik. Hari-hari saat gelandang dan striker berpartner dan era gelandang box-to-box telah lama hilang karena setiap posisi kini membutuhkan karakteristik dan kemampuan khusus – jack Wilshere juga harus menyadari itu. Wilshere pada suatu saat digambarkan Wenger sebagai pemain yang memiliki teknik Spanyol dan berhati Inggris. Benar sekali ungkapan Wenger bila melihat kemampuan dribble dan visi bermain Wilshere yang berada diatas rata-rata pemain Inggris, disaat bersamaan dia punya sisi kasar Inggris dalam permainannya. Sampai sekarang, permainan Wilshere dikenal berkat dribelnya. Berita Piala Dunia

Rerata drible Wilshere musim ini adalah 2,4 drible per game, jumlah yang luar biasa melihat umurnya dan posisinya adalah di linin tengah. Tapi satu hal yang pasti, kemampuan drible Jack Wilshere tak mempunyai dampak yang sebanding dengan hasil yang diperoleh timnya, Jack dalam beberapa kesempatan tidak mengetahui timing yang pas untuk mengumpan atau mendrible, dia lebih memilih untuk terus mendrible bola kapanpun yang dia mau. Faktanya kebebasan yang dimiliki Wilshere merugikan tim karena fluidnya sistem penyerangan Arsenal. Tak diragukan lagi, salah satu sebab Arsenal tampil ganas di akhir musim adalah absennya Jack menjelang akhir musim.

Wilshere tak terlibat dalam kemenangan – yang terlampau dibangga-banggakan – Arsenal saat melawan Bayern Muenchen, juga dalam kemenangan timnya melawan Swansea, Reading, dan West Brom – 2 dari pertandingan itu dimenangkan saat Thomas Rosicky bermain sebagai poros utama tim. Saat jack akhirnya sembuh, dia dimainkan melawan Norwich dan tampil kepayahan. Menariknya Arsenal mencetak 3 gol setelah Wilshere digantkan. Pada pertandingan melawan Everton dan Fulham juga. Arsenal mengejutkan Everton saat Wilshere diganti pada menit ke 69, begitu juga saat bermain di Craven Cottage, mereka mencetak gol di menit ke 71. Dapat dipastikan bahwa Arsenal tak dapat mengoptimalkan formasi 4-2-3-1/4-3-3 yang mereka miliki secara sempurna saat Wilshere menjadi starter regular.

Wilshere juga bermasalah bila dia dimainkan sebagai holding midfielder. Kemampuan bertahannya masih sangat kurang, apalagi dengan hijrahnya Alex Song ke Barcelona. Tacklingnya buruk dan pengambilan keputusannya kurang tepat. Bila ditempatkan di lini depan sebagai pemain no 10, statistic gold an shootingnya masih sangat kurang. Lagipula ada pemain lain dengan kemampuan lebih baik dari Wilshere di posisi tersebut, Thomas Rosicky dan Santi Cazorla.

Satu-satunya formasi yang cocok bagi Wilshere adalah 4-4-2/4-2-2-2. Formasi klasik yang digunakan saat Robson dan Vieira bermain, dengan ditemani oleh gelandang bertipikal fisik, dia akan mendapat kebebasan untuk mengeksplorasi lini tengah lawan. Berita Piala Dunia